Apa Itu Doomscrollling?

Doomscrolling itu kebiasaan ketika kamu menscroll layar tanpa henti, sampai lupa waktu, lupa salat hingga juga lupa istirahat. Yuk kenali tandanya, pahami dampaknya, dan ambil kembali kendali atas waktumu.

Pengenalan Fenomena

Doomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus menggulir media sosial atau berita, terutama yang berisi konten negatif atau mengkhawatirkan, meski sudah membuat diri sendiri merasa cemas dan lelah.
Istilah

Nama "doom" diambil dari kata yang berarti kehancuran atau hal buruk. Awalnya istilah ini muncul untuk menggambarkan kebiasaan terus membaca berita buruk, tapi sekarang berkembang jadi kebiasaan scroll media sosial tanpa tujuan jelas — bisa berjam-jam tanpa sadar.

Algoritma

Algoritma media sosial dirancang untuk membuat kita terus menggulir: setiap konten baru memicu rasa penasaran kecil yang membuat jari otomatis bergerak ke konten berikutnya. Ini bukan soal kurang niat berhenti, tapi soal sistem yang memang dibuat untuk membuat kita betah berlama-lama.

Efek Samping

Kebiasaan doomscrolling memang terlihat seperti sekadar membuang waktu, tetapi dampaknya terhadap kesehatan mental sangat nyata dan sering kali terjadi tanpa kita sadari. Saat otak terus-menerus dijejali informasi negatif, tragis, atau penuh kemarahan, sistem saraf kita akan merespons seolah-olah kita sedang berada dalam bahaya nyata.

Dampak Psikologis dari Doomscrolling

Hati-hati, mungkin kamu sedang terjebak doomscrolling. Tanpa sadar, kebiasaan menggulir berita buruk atau konten negatif terus-menerus bukan cuma soal buang-buang waktu, lho. Diam-diam, kebiasaan ini merusak kesehatan mental dan cara kerja otak kita.

Depresi

Saat melakukan doomscrolling, kita terus-menerus dibombardir oleh tragedi, krisis global, ketidakadilan, atau berita buruk lainnya. Masalah-masalah besar ini terasa sangat membebani dan berada di luar kendali kita.

Insomnia

Niatnya cuma mau scrolling sebentar sebelum memejamkan mata, tapi tahu-tahu jam dinding sudah menunjukkan sepertiga malam. Fenomena doomscrolling sebelum tidur adalah salah satu musuh terbesar bagi tidur yang berkualitas. Hubungan antara kebiasaan ini dan insomnia bukan sekadar karena kita "keasyikan main HP," melainkan karena adanya sabotase biologis, sensorik, dan psikologis yang terjadi di dalam tubuh sekaligus.

Internet Fatigue Syndrome

Otak manusia memiliki kapasitas terbatas dalam memproses informasi baru dalam satu waktu (cognitive load). Saat melakukan doomscrolling, kamu menjejalkan ratusan hingga ribuan kepingan informasi ke dalam otak hanya dalam hitungan menit—mulai dari teks berita, opini, video berdurasi pendek, hingga infografis yang kompleks.
Otak dipaksa bekerja ekstra keras untuk menyaring, memahami, dan menyimpan data yang datang bertubi-tubi. Ibarat komputer yang dipaksa membuka terlalu banyak aplikasi berat secara bersamaan, otak akhirnya mengalami overheating (kelebihan beban), yang berujung pada rasa lelah mental yang sangat berat.

Penurunan Produktifitas

Fenomena doomscrolling tidak hanya berhenti pada rasa lelah secara mental, tetapi menciptakan efek domino yang melumpuhkan produktivitas. Ketika paparan informasi negatif yang tiada henti memicu Internet Fatigue Syndrome (Sindrom Kelelahan Internet), kapasitas otak untuk melakukan pekerjaan yang bermakna akan anjlok drastis.

Yuk Tonton

Video tentang edukasi terkait fenomena ini.

Ikuti Kami

Free AI Website Builder